Minggu, 09 Januari 2011

EFEKTIFITAS KEGIATAN PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL DALAM UPAYA MEMENUHI KEBUTUHAN PENDIDIKAN ANAK USIA REMAJA DI DUSUN PAGUTAN DESA PAGUTAN KECAMATAN

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu faktor penunjang yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang cerdas dan membangun bangsa yang berkelanjutan sehingga dapat berkembang sesuai dengan cita- cita bangsa. Adapun cita- cita bangsa tersebut tertuang dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional secara jelas dinyatakan :
“ Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur dan memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan “

Dengan dasar acuan di atas maka, seluruh komponen bangsa wajib mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan Negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa tingkat kecerdasan anak sedikit banyak dapat di kembangkan melalui berbagai program pendidikan di sekolah, dan dilakukan secara sistematis sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

Pendidikan anak usia remaja adalah tingkat pendidikan yang dilaksanakan pada masa imbulnya kematangan ssosial maupun dalam pembentukan psikis. Setiap individu mengalami perkembangan tersebut dan memiliki pola identifikasi dari kanak- kanak untuk manjadi dewasa. Rentang usia remaja berkisar 12 sampai 22 tahun. Pada tahap ini jelaslah bahwa pertumbuhan anak diusia remaja membutuhkan bimbingan pendidikan untuk mencapai kematangan sosial maupun psikis anak .

Dengan dasar teori di atas dapat dipahami bahwa upaya pendidikan anak usia remaja ilakukan dengan tujuan mengubah pola pikir dengan mengerahkan sebagian tanggungan terhadap pihak yang diberikan kewenangan untuk mengadakan proses pembelajaran secara sistematis dan teratur sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Hal ini telah dijelaskan lagi dalam undang- undang tentang system pendidikan nasional No 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa :
“Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dan atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat “

Selanjutnya , Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara sebagaimana dikutip oleh Hasbullah menyatakan bahwa “ Pendidikan merupakan tuntutan dalam pertumbuhan anak- anak atau pendidikan yaitu upaya menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak- anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya “
Terkait dengan upaya meningkatkan pendidikan anak usia remaja, salah satu syarat agar pendidikan anak dapat berkembang adalah terpenuhinya kebutuhan pendidikan seperti biaya pendidikan , transportasi, pakaian, buku- buku, alat tulis, dan lain-lain. Kebutuhan pendidikan tersebut akan dapat terpenuhi apabila aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga termasuk kebutuhan pendidikan anak- anaknya. Sebaliknya, apabila aktivitas kegiatan ekonomi orang tua tidak stabil yang akhirnya pendapatan orang tua tidak mencukupi akan berpengaruh pula pada upaya memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak, khususnya anak yang masuk usia remaja.
Hal ini disebabkan karena kebutuhan individu muncul karena pertumbuhan dan perkembangan psikologi anak. Dalam upaya memenuhi kebutuhannya, seorang remaja jelas banyak menghadapi masalah antara lain : kondisi yang sangat berbeda antara masa anak-anak dengan masa remaja , dan kesulitan dalam penyesuaian diri dengan berbagai kondisi dalam masyarakat yang sangat kompleks terutama penyesuaian diri pada kondisi ekonomi yang berlatar belakang ekonomi keluarga sebagai pedagang.

B.Permasalahan
1.Permasalahan penelitian
Dalam pendidikan pada usia remaja ,orang tua bertanggung jawab penuh pada segala aspek yang menyangkut pendidikan itu sendiri. Tak terkecuali masalah kebutuhan pendidikan .Nah, disinilah letak permasalahannya. Dengan mengambil studi kasus di Dusun pagutan Desa pagutan kecamatan batukliang, yang sebagian besar panduduknya bertahan hidup dengan berdagang di pasar tradisional . tentunya menjadi sebuah pertanyaan. Dapatkah dari hasil berdagang itu bisa mencukupi kebutuhan pendidikan anak pada usia remaja, yaitu dari SMP sederajat bahkan sampai perguruan tinggi?. Dalam penelitian ini peneliti berusaha untuk mencari seberapa besar peran pedagang dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya pada usia remaja.
2. Rumusan masalah
“ Bagaimanakah efektifitas kegiatan pedagang dalam upaya memenui kebutuhan pendidikan anak usia remaja di dusun pagutan desa pagutan kecamatan batukliang lombok tengah tahun 2010 ?
3. Batasan masalah
a) Efektifitas kegiatan pedagang
b) Pasar tradisional
c) Kebutuha pendidikan
d) Anak usia remaja
a. Efektifitas kegiatan pedang
Menurut Hamzah Samsuri dalam kamus lengkap bahasa indosesia modern menyatakan bahwa kata efektif berarti “ pengaruhnya, akibatnya, mujarb “. selanjutnya istilah lain menyatakan bahwa efektifitas berarti ketepatgunaan, hasil guna, menunjang tujuan .

Dari beberapa definisi yang dkemukakan di atas dapat disimpulakan bahwa efektifitas merupakan ketepatgunaan atau keberhasilan yang dicapai sesuai dengan tujuan yang diinginkan setelah melakukan suatu kegiatan. Sedangkan Pedagang adalah orang yang pekerjaannya berjualan di pasar tradisional. Dari definisi di atas , dapat disimpulkan bahwa efektifitas kegiatan pedagang berarti keberhasilan yang dicapai para pedagang sesuai dengan tujuan yang telah di tetapkan setelah melaksanakan kegiatannya sebagai pedagang.
b.Pasar tradisional
Pengertian pasar tradisional adalah tempat bertemunya penawaran dan permintaan atas suatu barang dan jasa dalam ruang lingkup yang masih sederhana dan hanya menggunakan uang kartal sebagai alat pembayaran yang sah dan biasanya bertempat di suatu lokasi yang telah ditentukan.
b. Kebutuhan pendidikan
Muhibbah Syah menyatakan bahwa pendidikan berasal dari kata “ didik “. dalam kamus besar bahasa Indonesia ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
kebutuhan pendidikan berarti hal- hal keinginan yang
harus dipenuhi dalam menunjang proses pendidikan.
c. Anak usia remaja
Menurut Siti Hartinah anak usia remaja merupakan masa peralihan antara masa anak- anak dengan dewasa.Fase perkembangan usia remaja berkisar antara usia12-21 tahun bagi wanita, dan pria 13-22 tahun .
C. Tujuan penelitian
a) Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan pedagang
b) Untuk mengetahui bagaimana kelangsungan pendidikan dan faktor- f aktor yang mempengaruhinya.
c) Untuk mengetahui seberapa besar sumbangsih pasar tradisional dalam meningkatkan ekonomi penduduk dan dampaknya bagi pemenuhan kebutuhan pendidikan anak usia remaja.
D. Kerangka teoritis
1. Deskripsi teoritis tentang kegiatan pedagang
a. pengertian dan penggolongan pedagang
dalam kamus besar bahasa Indonesia dinyatakan bahwa “ pedagang adalah orang yang pekerjaannya berdagang adapun penggolongn pedagang dapat dibedakan menjadi tiga kelompok.:
1. Pedagang besar
yaitu pedagang yang berdagang dalam jumlah besar ,ataupun mempunyai stok barang yang banyak dan di pedagang besar inilah pedagang Grosir mendapatkan barangnya.
2. Pedagang grosir
yaitu pedagang yang memperoleh barang dagangannya dari pedagang utama ( besar ) kemudian menyalurkannya ke pedagang di bawahnya atau pedagang eceran.
3. Pedagang eceran
yaitu pedagang terakhir tempat stok barang berada. Biasanya peagang eceran ini akan langsung menjual barang dagangannya kepada konsumen tentu saja dengan harga yang lebih mahal di banding pedagang besar ataupun Pedagang Grosir.
b. biaya dan pendapatan pedagang pasar tradisional
pada umumnya pedagang pasar tradsional hampir sama dengan pedagang pedangaang lainya baik itu pedagang kaki lima, pedagang kios ataupun pedagang makanan seperti bakso . intinya sama- sama sebagai pengusaha. Namun disini agak berbeda karena pedagang pasar tradisonal tidak setiap hari beroperasi, tergantung dari hari pasar. Ini menyebabkan penghasilan tidak setiap hari didapatkan . kadangkala pun pada setiap hari pasar keuntungan yang didapatkan tidak sama terganung dari ramai dan tidaknya pengunjung pasar.
Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang pasar tradisional adalah :
1. Keadaan ekonomi atau tingkat pendapatan masyarakat sekitarnya
2. Pengaruh musim, seperti musim tembakau
3. Selera masyarakat yang selalu berubah- ubah
4. Gejolak pada hari hari tertentu seperti hari raya keagamaan., biasanya menjelang hari raya keagamaan penghasilan pedagang akan melonjak drastis
Sedangkan biaya- biaya yang dikeluarkan oleh pedagang hampir tak ada bedanya yaitu modal untuk memperoleh barang baru dan iuran setiap bulan atau tahun atas tempat yang digunakan berdagang, dan juga tidak ketinggalan iuran pajak dan retribusi pada waktu yang telah ditentukan.

2. Deskripsi teoritis tentang pendidikan anak usia remaja
Berikut akan dipaparkan pengertian pendidikan menurut beberapa ahli :
1. UU No 20 tahun 2003 pasal 1
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampiln yang diperlukan dirinya, Masyarakayat, Bangsa dan Negara.
2. Ki Hajar Dewantara
Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan pertumbuhan budi pekerti ( kekuatan batin, katakter ) pikiran ( intelek ) dan tubuh anak agar dapat kita memajukan kesempurnaan hidup dan penghidupan anak-anak yang kita didik selaras dengan dunianya .

Dari pengertian yng dikemukakan di atas , maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan bagi umat manusia merupakan suatu proses pembentukan karakter yang harus dipenuhi yang merupakan kebutuhan yang sangat mutlak yang harus dipenuhi seepanjang hayat, dengan adanya pendidikan manusia akan mampu berkembang sejalan dengan aspirasi untuk maju, sejahtera, dan bahagia menurut konsep pandangan hidup.

Selanjutnya anak usia remaja menurut Siti Hartinah merupakan masa peralihan antara masa anak- anak dengan dewasa. Pada masa ini, remaja disebut juga masa transisi karena pada masa ini terjadi gejolak terutama yang berkenaan dengan segi afektif, sosial, intelektual, dan juga moral.ini terjadi karena adanya perubahan- perubahan baik fisik maupun fsikis yang sangat cepat yang sangat mengganggu kestabilan kepribadian anak. Fase perkembangan usia remaja berkisar antara usia 12-21 tahun bagi perempuan, bagi pria 13- 22 tahun.

pendidikan anak usia remaja yang dimaksud adalah proses bimbingan dalam upaya untuk memajukan pertumbuhan baik kecakapan budi pekerti , pikiran, dan tubuh anak dalam bentuk proses beajar mengajar yang dilakukn pada masa peralihan dari masa anak-anak ke dewasa. Dimana perkembangan usia remaja berlangsung pada usia 12-22 tahun. Jadi pada usia siswa SMP dan SMA sederajat bahkan sampai menginjak peguuan tinggi itu termasuk pada usia remaja.
a. Jalur dan jenjang pendidikan anak
menurut UU RI No 20 tahun 2003 pasal 13 , tentang system pendidikan nasional bahwa penyelengaraan pendidikan di Indonesia dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu pendidikan formal, informal, dan nonformal. Untuk lebih mudah memahami konsep di atas , terlebih dahulu hendaklah kita dapat memahami perbedaan jalur dan jenjang pendidikan itu sendiri.
“ jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui oleh peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Sedangkan jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat pekembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikemmbangkan.
1. Jalur pendidikan formal
Pendidikan formal Merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar- mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan ( yang terdiri atas jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi)
2. Jalur pendidikan nonformal
Merupakan pendidikan yang bersifat kemasyarakatan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak berjenjang dan tidak berkesinambungan seperti pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja , pendidikan kesetaraan, dan lain lain yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
3. Jalur pendidikan informal

Rata Penuh
BAB I

Merupakan pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari- hari dengan sadar atau pun tidak sadar ,sejak seseorang lahir sampai mati di dalam keluarga , dalam pekerjaan, atau pengalaman sehari-hari. Dari tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan informal tersebut maka yang paling tampak saat ini adalah pendidikan keluarga, pendidikan pemuda, serta pendidika orang tua.

b. . faktor-faktor ynsg mempengaruhi perkembangan pendidikan anak usia remaja
Fakor- faktor yang mempengaruhi perkembangan pendidikan anak usia remaja dapat dibedakan menjadi faktor internal dan eksternal
1.faktor internal
Merupakan faktor yang ada dalam diri indvidu itu sendiri. Faktor ini dapat dibedakan lagi menjadi dua, yaitu :
1. Faktor jasmaniah, yaitu yang berkaitan dengan kondisi fisik yang mencakup kesehatan dan cacat badan.
2. Faktor fsikologi ,yaitu faktor yang berkaitan dengan kejiwaan atau fsiklogis meliputi intelegensi, minat, bakat , motif, kematangan dan kesiapan.
b. Faktor eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang ada di luar individu. Anak usia remaja akan dihadapkan pada tri pusat pendidikan , artinya manusia sepanjang hidupnya selalu akan menerima pengaruh dari ketiga lingkungan yang akan membawa pengaruh pada kondisi belajar anak yaitu lingkungan keluarga, masyarakay, dan sekolah.
c. Upaya memenuhi kebutuhan anak usia remaja
Kebutuhan adalah keinginan manusia yang harus dipenuhi. Kebutuhn manusia tidak sama tergantung pada tingkat pendapatan, lingkungan hidup, pendidikan, adat istiadat, dan agama .dan kebutuhan ini akan selalu bertambah.
adapun faktor- faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia yang beraneka ragam dan tidak terbatas adalah :
a. Faktor ekonomi
b. Faktor lingkungan sosial
c. Faktor fisik
d. Faktor pendidikan.
. Upaya yang dilakukan oleh keluarga untuk mengubah pola pikir anak usia remaj adalah dengan memberikan pendidikan baik pendidikan formal, informal ataupun nonformal. Hal ini menjadi tanggun jawab orang tua dalam upaya membantu manusia berkembang lebih baik yang dimulai dari proses merumuskan khakekat subyek. Oleh karena itu tanggung jawab orangtua dalam pendidikan sangat penting seperti yang diungkapkan oleh Aminudin Rasyad tentang tanggung jawab oangtua terhadap pendidikan anak- anaknya yaitu ;
a. Memelihara dan membesarkannya
b. Melindungi dan menjamin kesehatannya secara jasmani dan rohani
c. Mendidiknya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna untuk masa depannya kelak
d. Membahagiakan anaknya untuk dunia dan akhirat dengan memberikannya pendidikan agama.
Di samping itu juga ada beberapa peran orang tua terhadap pendidikan anak yang dikemukakan oleh Djamarah yaitu : mengontrol waktu belajar dan cara belajar anak, memantau perkembangan kepribadian yang mencakup sikap, moral dan tingkah laku anak, dan membantu efektifitas jam belajar anak di sekolah.
Dari peran maupun tanggung jawab orang tua yang telah dipaparkan di atas, jelaslah bahwa untuk melaksanakan pendidikan anak hal yang harus diperhatikan orang tua adalah menyangkut kebutuhan pendidikan anak-anaknya termasuk kebutuhan pendidikan anak usia remaja.
Dalam konteks pemenuhan kebutuhan pendidikan anak usia remaja, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menyelenggarakan pendidikan yang menjadi tangung jawab orang tua. Kebutuhan pendidikan dapat dipenuhi jika terjangkau oleh biaya. Biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh orangua ini dkenal dengan biaya satuan pendidikan pada tingkat orang tua seperti biaya pembelian buku, biaya pakaian dan perlengkapan sekolah, biaya akomodasi, ( seperti kos, kontrakan, atau asrama ) biaya transportasi dan lain- lain.
Dari konsep di atas dapat dipahami bahwa keadaan ekonomi orang tua dalam hal ini sangat mendukung terpenuhinya kebutuhan pendidikan anak. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan itu orang tua harus berusaha dengan berbagai upaya seperti bekerja sebagai pedagang, petani, nelayan, dan lain-lain.
E.Metodologi penelitian
1. Pendekatan penelitian
dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.M enurut Ali penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada gejala- gejla alami. . pendekatan kualiatif merupakan pendekatan penelitian yang menghasilkan data yang bersifat deskriftif. Data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah data statis atau data yang tidak dalam bentuk angka yang didapat melalui observasi, interview, dan dokumentasi.
2. sumber data
sumber data merupakan asal data tersebut diperoleh. Mengacu pada pendapat para ahli “ Sumber data adalah subyek darimana data diperoleh “
Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah :
a. Lurah atau pejabat yang mewakili
b. Kepala lingkungan masing- masing
c. Ketua RT atau RW yang berada pada lokasi pedagang
d. Anak- anak pedagang yang termasuk masa usia remaja
e. Masyarakat pedagang dan masyarakat sekitarnya
2. Prosedur pengumpulan data
a. Metode observasi
Menurut Nasution sebagaimana dikutip oleh sugiono mengatakan bahwa observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan, para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian .
Sedangkan Hadi mengatakan bahwa” observasi dilakukan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematis penomena- penomena atau gejala- gejala yang diselidiki.. kemudian pendapat lain mengatakan “ observasi merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang sempit yakni memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata.


b. Metode wawancara
Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab sehingga dapat dikonstuksikan makna dalam topik tertentu.
c. .Dokumentasi
Dokumentasi merupakan pengambilan data yang diperoleh melalu dokumen- dokumen “ metode ini merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Studi dokumen merupakan pelengkap dari pengunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.
Dari batasan tersebut, dokumentasi berarti mencari data mengenai hal- hal atau variable yang berupa catatan , transkrip, agenda, surat kabar, majalah, dan sebagainya.
Refrensi
Hasbullah, dasar – dasar ilmu pendidikan “ edisi revisi “, ( Jakarta : PT. raja grafindo persada , 2008 ) , h. 335
Hasbullah, dasar – dasar ilmu pendidikan “ edisi revisi “, ( Jakarta : PT. raja grafindo persada , 2008 ) , h. 335
Sunarto dan Agung Hartono, perkembanga pesrta didik , ( Jakarta : Rineka Cipta , 2006 )
Hasbullah, dasar- dasar ilmu pendidikan, h.335
Ibid, h. 4
Siti Hartinah, perkembangan peserta didik, ( bandung : PT. refika aditama, 2008 ) , h . 47
Hasbullah, dasar- dasar ilmu pendidikan, h. 4
Umar tirtaraharja dan La Sula, pengantar pendidikan , ( Jakarta : PT. Rineka Cipta , 2005 ), h.256
Hasbullah, dasar –dasar ilmu pendidikan ,h. 314
Soelaiman joesoef, konsep dasar, h.49
Umar tirtaraharja dan La Sula, pengantar pendidikan , h. 268
Sutarti DKK, ilmu pengetahuan sosial, ( Surabaya ) jepe press utama , 2008 ) ,h .173
Kardiman Dkk , Ekonomi dunia
Aminudin Rasyad , tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak , dalam http : II . Rasyad- blokspot. Com




Terimakasih telah membaca artikel EFEKTIFITAS KEGIATAN PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL DALAM UPAYA MEMENUHI KEBUTUHAN PENDIDIKAN ANAK USIA REMAJA DI DUSUN PAGUTAN DESA PAGUTAN KECAMATAN,semoga bermanfaat!

Poskan Komentar

Berlangganan FEED via email

Blog Stats

EFEKTIFITAS KEGIATAN PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL DALAM UPAYA MEMENUHI KEBUTUHAN PENDIDIKAN ANAK USIA REMAJA DI DUSUN PAGUTAN DESA PAGUTAN KECAMATAN

Copyright  © File Skripsi - All Right Reserved. | Theme designed by File Skripsi