104. Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Daya Saing MTs Negeri Probolinggo berdasarkan analisa SWOT

ABSTRAK Kepemimpinan merupakan kunci bagaimana dan mau kemana organisasi berjalan, jalan di tempat atau tidak sama sekali berjalan. Kepemimpinan bagaikan nahkoda kendaraan yang antara kemampuan dirinya dengan kapasitas organisasinya harus menyatu dan terpadu. Dengan demikian kepemimpinan di segala sistem dalam organisasi merupakan kunci keberhasilan terlebih bagi organisasi yang masih berkembang dan mau bersaing dengan yang lainnya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa, kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan daya saing di MTs Negeri Probolinggo dapat meningkatkan daya saing madrasah dan lulusan dengan indikasi meningkatkanya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini, menigkatnya siswa-siswi yang mendaftar dalam tiap tahunnya, meningkatnya sarana dan prasarana pendidikan dan beberapa indikasi lainnya. Kadaan seperti ini belum dirasakan oleh peneliti di masa peneliti masih melakukan studi di MTs. Negeri Probolinggo ini. Mencermati fenomena tersebut, maka fokus penelitian ini diarahkan pada masalah bagaimanakah kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan daya saing MTsN berdasarkan analisis SWOT, dengan subfokus: (1) apa saja kekuatan dan kelemahan MTsN Probolinggo? (2) Apa saja peluang dan ancaman yang dihadapi MTsN Probolinggo? (3) Bagaimanakah kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan daya saing MTsN Probolinggo berdasar analisis SWOT? Subfokus tersebut ditujukan untuk 1. Mendiskripsikan kekuatan dan kelemahan di MTsN Probolinggo, 2. Mendiskripsikan peluang dan ancaman yang dihadapi di MTsN Probolinggo, 3. Mendiskripsikan kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan daya saing MTsN Probolinggo dengan berdasar pada analisa SWOT tersebut. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Untuk memperoleh data yang berkaitan dengan permasalahan di atas dalam skripsi ini penulis menggunakan metode interview, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yaitu mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Adapun sumber data penelitian ini terdiri dari primer dan sekunder. Data primer berupa hasil wawancara dengan subjek penelitian yang berkaitan dan berhubungan langsung focus penelitian, data ini diperoleh dari kepala madrasah, bidang kurikulum dan para guru dan beberapa tenaga kependidikan yang ada, sedangkan data sekunder berupa data yang diperoleh penulis yang tidak berkitan langsung dengan fokus penelitian tetapi hanya sebagai penguat dan pelengkap data primer. Hasil penelitian ini menunjukkah bahwa kekuatan MTs Negeri Probolinggo adalah kemampuan sarana dan prasarana (gedung, fasilitas multi media dan internet menggunakan speedy), faktor rasio jumlah peserta didik (adanya penigkatan jumlah siswa-siswi yang mendaftar di MTs Negeri dalam setiap tahunnya), faktor madrasah sendiri yang mengawal adanya pembelajaran berbasis multimedia dibanding madrasah lainnya di sekitar kota Probolinggo dan kelemahan utama yang dimilikinya adalah sistem pendidikan yang diterapkan dan faktor tenaga pendidik (guru). Sedangkan beberapa peluang MTSN adalah proyeksi ilmu pengetahuan berbasis Information Comunication and Tecnology (ICT) masih akan menjadi wacana dominan kedepan. Madrasah yang banyak memiliki sarana prasana modern yang bersifat ICT ini akan memiliki peluang besar untuk dapat menjadi lembaga terdepan dan terbaik, peluang lainnya adalah kebutuhan akan,komunikasi global melalui bahasa global semisal bahasa Inggris dan Arab masih menjadi peluang MTs Negeri Probolinggo meskipun dua hal ini di madrasah tersebut masih belum dilaksanakan dengan baik dan tersistem. Adapaun ancamannya adalah kompetitor sesama sekolah menengah atas. Kompetitor tersebut adalah akan dirikannya SMP 11 yang lokasinya masih belum di ketahui dan sekolah yang sederajad dan terus menguatnya pengaruhpengarauh yang tidak konstruktif terhadap pembentukan profil lulusan madrasah. Secara umum kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan daya saing MTsNegeri Probolinggo dengan berdasar pada analisa SWOT adalah 1. Memaksimalkan dan menggunakan kekuatan untuk mendapatkan dan meraih peluang yang madrasah hadapi, 2. Membenahi atau meminamilisir kelemahan madrasah dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang, 3. Penerjamahan prinsip-prinsip menjadi pemenang dalam kompetisi, 4. Penerapan prinsipprinsip kepemimpinan efektif dan kuat
File Selengkapnya.....



104. Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Daya Saing MTs Negeri Probolinggo berdasarkan analisa SWOT adalah yang barusan kamu baca. MAU DAPAT FILE INI, Cukup 50RIBU saja untuk bea support dan pemeliharaan web ini kamu akan dapatkan file Lengkapnya BAB 1 sampai PENUTUP 104. Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Daya Saing MTs Negeri Probolinggo berdasarkan analisa SWOT - Jika setuju silahkan bisa Request via WA Klik Disini

104. Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Daya Saing MTs Negeri Probolinggo berdasarkan analisa SWOT


Belum ketemu Referensi Judul yang kamu cari? Coba Klik Icon Search Ketik referensi Judul Skripsi yang kamu cari.

Jika Referensi yang kamu cari tidak ada disini coba cek di www.fileSkripsi.com atau www.KlikSkripsi.com

Bingung belum punya judul Skripsi, tidak perlu kawatir ada RIBUAN file referensi Skripsi Klik disini

Belum ada Komentar untuk "104. Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Daya Saing MTs Negeri Probolinggo berdasarkan analisa SWOT"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close
WhatsApp Klikskripsi