22. Hubungan Antara Penggunaan Sarana Dan Prasarana Konseling Dengan Keefektifan Layanan Konseling Individu Di Smp N 21 Semarang

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada dilapangan bahwa sarana dan prasarana di SMP Negeri 21 Semarang memadai akan tetapi belum digunakan secara maksimal dalam pelaksanaan kegiatan BK. Kegiatan layanan konseling individu masih jarang dilaksanakan dan berjalan kurang efektif dan hasil wawancara dengan siswa menunjukkan siswa masih merasa malu dan takut mengutarakan masalah pribadi dan cenderung pasif selama proses konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara penggunaan sarana dan prasarana konseling dengan keefektifan layanan konseling individu Di SMP N 21 Semarang.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang pernah melaksanakan layanan konseling individu di SMP Negeri 21 Semarang. Metode pengumpulan data menggunakan skala  psikologis.  Teknik  analisis  data  menggunakan statistik deskriptif  dan analisis korelasi product moment.
Hasil analisis menunjukkan penggunaan sarana dan prasarana konseling termasuk dalam kriteria baik dengan persentase sebesar 77%, keefektifan layanan konseling individu dalam kriteria efektif dengan persentase 77%, dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penggunaan sarana dan prasarana konseling dengan keefektifan layanan konseling yang ditunjukkan dengan nilai rhitung= 0,717 dengan nilai rtabel= 0,254 pada taraf signifikasi 5%. Dengan demikian harga rhitung : rtabel sehingga hipotesis kerja (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.
Simpulan  dari  penelitian  ini  bahwa  di  SMP  Negeri  21  Semarang  (1) penggunaan sarana dan prasarana BK dalam kriteria baik, (2) keefektifan layanan konseling individu dalam kriteria efektif, dan (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penggunaan sarana dan prasarana BK dengan keefektifan layanan konseling individu. Artinya semakin baik penggunaan sarana dan prasarana  konseling  maka  semakin  efektif  layanan  konseling  individu.  Oleh karena itu disarankan  kepada  kepala  sekolah  untuk  senantiasa  meningkatkan sarana dan prasarana serta menjaga dan memeliharanya. Bagi  guru BK untuk mengevaluasi dan meningkatkan pelayanan konseling individu dengan harapan semakin banyak siswa yang mengikuti konseling individu dapat meningkatkan citra guru BK di mata stakeholder sekolah. Bagi peneliti dapat melakukan penelitian dengan menggunakan metode dan pendekatan lain agar hasil yang diperoleh lebih luas dan lengkap.

Kata Kunci: Sarana, Prasarana, Layanan konseling individu
File Selengkapnya.....


22. Hubungan Antara Penggunaan Sarana Dan Prasarana Konseling Dengan Keefektifan Layanan Konseling Individu Di Smp N 21 Semarang adalah yang barusan kamu baca.



Cukup 50RIBU saja, kamu akan dapatkan file Lengkapnya BAB 1 sampai PENUTUP 22. Hubungan Antara Penggunaan Sarana Dan Prasarana Konseling Dengan Keefektifan Layanan Konseling Individu Di Smp N 21 Semarang




Rp. 100.000 = 4 File Skripsi Lengkap
(File yang dapat Anda request hanyalah file yang terdapat di web/blog yang sedang kamu kunjungi sekarang ini dan juga klikskripsi.com / fileskripsi.com / koleksiskripsi.com)
Untuk Thesis = Rp. 100.000/File Lengkap



22. Hubungan Antara Penggunaan Sarana Dan Prasarana Konseling Dengan Keefektifan Layanan Konseling Individu Di Smp N 21 Semarang


Belum ketemu Referensi Judul yang kamu cari? Coba Klik Icon Search Ketik referensi Judul Skripsi yang kamu cari.

Jika Referensi yang kamu cari tidak ada disini coba cek di www.fileSkripsi.com atau www.KoleksiSkripsi.com atau www.KlikSkripsi.com

Bingung belum punya judul Skripsi, tidak perlu kawatir ada RIBUAN file referensi Skripsi Klik disini

Belum ada Komentar untuk "22. Hubungan Antara Penggunaan Sarana Dan Prasarana Konseling Dengan Keefektifan Layanan Konseling Individu Di Smp N 21 Semarang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel


close
WhatsApp Klikskripsi